Riverrecycle bermitra dengan Clean Planet Energy di Asia Tenggara

Riverrecycle dan Clean Planet Energy hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian kemitraan dalam rangka mendukung upaya global menghilangkan plastik yang tidak dapat didaur ulang dari sungai dan lingkungan di daerah Asia Tenggara, dan kemudian mengubah limbah tersebut sebagai bahan bakar yang sangat bersih terbaru. Fokus kemitraan ini dimulai di Indonesia dan Filipina


Riverrecycle, yang memiliki kantor pusat di Helsinki, telah memasang sistem pengelolaan sampah di tepi sungai yang paling tercemar, memungkinkan pengumpulan sampah plastik dan puing-puing yang mengapung, sehingga menciptakan ekonomi sirkular lokal. Clean Planet Energy, yang memiliki kantor pusat di Inggris, telah membangun dan mengoperasikan ecoPlants, sebuah fasilitas ramah lingkungan yang dapat mengubah sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang (seperti yang dikumpulkan oleh Riverrecycle) menjadi produk yang berkesinambungan, yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil.


Dengan kantor-kantor lokal yang sudah beroperasi di 7 negara, termasuk Indonesia dan Filipina, Riverrecycle baru-baru ini mendapatkan pendanaan dari ICTSI Foundation untuk mendukung proses pemindahan plastik yang dibuang di sepanjang sungai Pasig di Manila. Pekerjaan yang sudah berjalan ini akan disempurnakan dengan kemitraan bersama Clean Planet Energy, yang membuat bahan bakar ultra bersih dari limbah plastik sehingga dapat mengurangi emisi CO2e hingga 75% dibandingkan dengan bahan bakar fosil.


Setidaknya 8 juta ton plastik berakhir di lautan kita setiap tahunnya, yang sekarang menjadi 80% dari semua sampah yang ada di laut (dari permukaan air hingga sedimen laut dalam). Studi selama 10 tahun terakhir telah mengidentifikasi sungai sebagai jalur utama polusi plastik yang memasuki Lautan, dengan sekitar 80% sampah plastik di laut mengalir ke sana melalui darat. Menurut laporan yang diterbitkan National Geographic tahun ini, dari 50 sungai yang paling tercemar, 44 diantaranya berada di Asia atau Asia Tenggara


Trash Pollution in Manila Bay, Philippines
Plastic Pollution in Manila Bay, Philippines

“Dengan fokus kami di Asia Tenggara, Riverrecycle mengambil tindakan dengan menutup siklus sampah plastik di daerah yang paling terkena dampak dekat sungai. Untuk menghasilkan ekonomi sirkular yang sempurna, kita harus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mendukung daerah setempat untuk mengelola sampah plastik secara efektif, dan dari sampah itu menciptakan kembali bahan yang dapat digunakan kembali dalam perekonomian; bagian terakhir ini adalah alasan kami sangat bersemangat untuk bekerja sama dengan mitra kami, Clean Planet Energy”, kata Anssi Mikola, CEO River Recycle.

“Saat ini kita berada dalam krisis plastik dan karbon global, dan tidak ada satu pun perusahaan, kelompok, individu, atau yayasan yang dapat menyelesaikan masalah ini sendirian”, tambah Bertie Stephens, CEO Clean Planet Energy. “Baik Riverrecycle dan Clean Planet Energy memiliki teknologi canggih dan komplementer yang bersama-sama dapat membantu mengurangi masalah ini. Teknologi Riverrecycle akan menghilangkan plastik yang sulit didaur ulang dari lingkungan yang jika tidak mereka tangani akan berakhir di lautan kita, dan dengan mengirimkannya ke ecoPlants, kita dapat mengubah plastik ini menjadi bahan bakar ultra-bersih yang dapat menggantikan bahan bakar fosil kotor di kapal pengangkut (seperti pesawat dan kapal) yang tidak memiliki sarana untuk bahan bakar alternatif lain. Untuk mengalahkan krisis ini, Anda membutuhkan beberapa teknologi untuk bersatu, dan kemitraan ini adalah contoh sempurna dari sinergi semacam itu”.


Riverrecycle dan Clean Planet Energy telah memulai fase pengembangan ecoPlant dan sistem pengumpulan pertama mereka di Manila, Filipina dengan tujuan untuk memulai konstruksi pada awal tahun 2022, dengan penanganan di Indonesia yang akan segera menyusul. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang RiverRecyle di https://www.riverrecycle.com/dan Clean Planet Energy di https://CleanPlanetEnergy.com, yang juga menyediakan situs lokal dan terjemahan untuk mereka yang berada di Filipina dan Indonesia.